Dalam rangka pelaksanaan misi Bank Dunia “Indonesia: Disaster Risk Management Program – Technical Assistance for Urban Drainage, Flood, dan Disaster Risk Management Technical Mission”, Kamis, 19 April 2018, Tim Bank Dunia yang dipimpin oleh Ms. Jolanta Kryspin-Watson (Lead DRM Specialist – Task Team Leader) berkunjung ke Kota Bima untuk mendukung program Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

Kehadiran Tim ini adalah untuk melakukan misi teknis dengan agenda mencakup: (1) diskusi tentang peluang investasi Kota Bima menghadapi ketahanan bencana khususnya banjir; (2) diskusi tantangan dan analisis dokumen-dokumen pembangunan terkait management risiko banjir perkotaan; dan (3) mengumpulkan data dan informasi serta masukan untuk baseline study.

Ms. Jolanta Kryspin-Watson bersama anggota tim yaitu Mr. Jian Vun (Infrastructure Specialist), Mr. Poul Grashoff (Senior Flood Risk Management Specialist), Mr. Bastien van Veen (Senior Hydraulic Engineer), Ms. Ruby Mangunsong (DRM Consultant), dan Ms. Tarasinta Perwitasari (DRM Consultant), diterima oleh Sekda Kota Bima Drs. H. Mukhtar, MH, di ruang rapat Walikota Bima.

Di tempat ini, Tim melakukan pertemuan dengan OPD terkait untuk membahas manajemen risiko banjir perkotaan. Ikut dalam pertemuan tersebut Kepala Bappeda dan Litbang Kota Bima, Kepala BPKAD Kota Bima, Kepala DLH Kota Bima, Sekretaris BPBD Kota Bima, perwakilan Dinas PUPR, dan Satker Program Kotaku.

Dalam kesempatan tersebut, Ms. Jolanta Kryspin-Watson memaparkan gambaran mengenai program bantuan teknis dari Bank Dunia untuk manajemen risiko banjir perkotaan dan bencana alam, serta manfaat dari keterlibatan kota dan keterkaitan terhadap inisiatif tingkat nasional. Sementara Mr. Poul Grashoff memaparkan pengenalan terhadap konteks manajemen risiko banjir perkotaan yang terintegrasi.

Bappeda dan Litbang Kota Bima, yang diwakili Kasubid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Adhi Aqwam, ST, M.Eng, memaparkan upaya pengendalian banjir dan rehab rekon pascabanjir bandang.

Pemaparan ini dilanjutkan dengan diskusi yang dipimpin oleh Sekda Kota Bima. Beberapa poin yang menjadi fokus pembahasan yakni: (1) pengendalian pemanfaatan ruang; (2) mekanisme insentif/disinsentif atau reward/punishment dalam peraturan penataan ruang; (3) pengarusutamaan pengurangan risiko bencana dalam RTRW; (4) rehabilitasi lingkungan berbasis ekoregion, bukan hanya batas wilayah administrasi; serta (5) upaya membangun public awareness tentang penataan kota berkelanjutan dan budaya hidup bersih.

Hasil diskusi ini akan menjadi acuan bagi Tim Bank Dunia untuk merumuskan bentuk program yang paling cocok untuk Kota Bima. Selain itu, Tim Bank Dunia akan melakukan peninjauan lapangan dan diskusi lebih lanjut dengan penentu kebijakan.

Usai pertemuan, Tim Bank Dunia melaksanakan kunjungan ke beberapa titik antara lain ke area Ncai Kapenta dan Jembatan Melayu, didampingi unsur BPBD, Bappeda dan Litbang, Dinas PUPR, dan DLH.***

Peninjauan Kawasan Ncai Kapenta