Melengkapi kemeriahan Hari Ulang Tahun Kota Bima ke-16, Walikota Bima M. Qurais H. Abidin menandatangani prasasti pembangunan sejumlah infrastruktur fasilitas umum dan melakukan peluncuran (launching) buku Jejak Kepemimpinan Walikota Bima usai upacara puncak hari Selasa, 10 April 2018, di halaman kantor Walikota Bima.

Hadir pada kegiatan ini, Anggota DPR RI H. Syafruddin, ST, MT; Staf Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Ekonomi Kreatif Dr. Jonni Mardizal, MM; Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD; Direktur Bina Kemasyarakatan Polda NTB; Dr. Benny Perbantanoe dari Universitas Kristen Petra Surabaya; Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara Provinsi NTB; Direktur Bank NTB; anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota dan Kabupaten Bima; Ketua TP PKK Kota Bima; Pasangan Calon Walikota – Wakil Walikota Bima Tahun 2018; Pimpinan BUMN/BUMD; serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Peresmian pembangunan infrastruktur Kota Bima mencakup: (1) Masjid Terapung Ama Hami; (2) Paruga Nae; (3) Gedung KONI Kota Bima; (4) Gedung Seni dan Budaya; (5) Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Ama Hami; dan Launching RSUD Kota Bima.

Buku yang diluncurkan berjudul “Menolak Menyerah”, hasil tulisan Naniek I. Taufan, penulis yang telah berpengalaman menulis kisah kepemimpinan sejumlah tokoh, termasuk Kapolda Metro Jaya.

Selain peresmian pembangunan insfrastruktur dan peluncuran buku, Walikota juga menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bank NTB tentang transaksi non tunai di Lingkungan Pemerintah Kota Bima. Pihak Bank NTB diwakili oleh Direktur Pemasaran.

Dalam sambutan singkatnya, Walikota menyebutkan, Masjid Terapung Ama Hami Kota Bima mulai dibangun pada HUT Kota Bima tahun lalu. “Alhamdulillah dalam waktu kurang dari setahun, tepatnya mulai Januari 2018, masjid tersebut sudah dapat difungsikan”, katanya.

Paruga Nae dipugar menjadi sebuah gedung convention hall pada tahun 2012. Waktu itu sebagai persiapan penyelenggaraan Rakor Apeksi Komwil IV. Gedung KONI Kota Bima juga mulai dipugar tahun 2016.

Gedung Seni dan Budaya dulunya merupakan Gedung Olahraga Mini. Tahun 2017, tempat ini dipugar menjadi gedung seni dan budaya untuk mewadahi kegiatan kreatifitas masyarakat, khususnya dalam bidang kesenian dan kebudayaan.

Peletakan batu pertama pembangunan PLUT Ama Hami dilakukan pada September 2014 lalu, dihadiri oleh Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UMKM RI. Tahun 2016 fasilitas ini telah dapat dimanfaatkan.

“Untuk RSUD Kota Bima, ini merupakan impian masyarakat Kota Bima sudah cukup lama. Awalnya merupakan Puskesmas Asakota, yang akhirnya dirintis menjadi rumah sakit umum daerah. Diutamakan untuk pelayanan instalasi gawat darurat. Alhamdulillah tanggal 26 Maret 2018 kita sudah mendapat nomor registrasi rumah sakit dari Kementerian Kesehatan”, kata Walikota.

“Sementara penyusunan buku merupakan ide dari jajaran saya, yaitu Bagian Humas dan Protokol, sebagai dokumentasi mengakhiri masa jabatan”, lanjutnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu sehingga semua program pembangunan ini bisa terlaksana. Terimakasih juga ditujukan kepada Naniek I. Taufan selaku penulis buku yang berusaha keras menyelesaikan penulisan dalam waktu relatif singkat.

“Terimakasih juga kepada Bank NTB yang menjadi mitra pemerintah dalam transaksi keuangan daerah. Semoga ini semua menjadi persembahan dan karya kita yang bermanfaat bagi masyarakat”, harap Walikota.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Ekonomi Kreatif menyampaikan apresiasi atas keberhasilan berbagai agenda pembangunan Kota Bima. Demikian pula disampaikan oleh Sekda Provinsi NTB. Secara khusus ia menyinggung perubahan wajah Kota Bima yang telah berubah secara signifikan menjadi semakin tertata dan berhasil menekan angka kemiskinan hingga berhasil mencatat persentase kemiskinan terendah di NTB.***