Bagian Ekonomi Setda Kota Bima menggelar kegiatan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Beras Sejahtera (Rastra) dan Bantuan Pangan Tahun 2018 pada Rabu, 24 Januari 2018, di aula SMKN 3 Kota Bima. Rakor dibuka oleh Staf Ahli Walikota Bidang Perekonomian Drs. M. Saleh.

Peserta Rakor sebanyak 150 orang, yaitu Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional II Bima, Kepala BPS Kota Bima, TNI, Polri, para pimpinan OPD anggota Tim Koordinasi Program Beras Sejahtera Kota Bima, para Camat dan Lurah, para anggota Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta para koordinator pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Berdasarkan laporan Kabag Ekonomi Drs. Abdul Haris, tujuan Rakor dan Sosialisasi adalah untuk menyamakan persepsi dan langkah dalam rangka pelaksanaan penyaluran bantuan sosial pangan tahun 2018 sehingga penyaluran bantuan tepat sasaran.

“Untuk pemberian bantuan Rastra tahun 2018, sebenarnya rencananya berupa bantuan pangan non tunai (BPNT) yaitu bantuan sosial pangan yang disalurkan dalam bentuk non-tunai dari Pemerintah kepada keluarga penerima manfaat (KPM) melalui mekanisme uang elektronik untuk membeli bahan pangan dari pedagang bahan pangan pada e-warong. Namun karena persiapan belum lengkap, maka untuk bulan Januari hingga Juli 2018 diberikan bantuan berupa Rastra sementara bantuan pangan non-tunai mulai bulan Agustus 2018”, jelasnya.

Program beras sejahtera yang sebelumnya dikenal dengan nama beras miskin (raskin) merupakan program pemerintah pusat. Maksud dari program ini adalah memberikan subsidi beras bagi masyarakat yang berpendapatan rendah yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran para Rumah Tangga Sasaran-Penerima Manfaat (RTS-PM) dalam memenuhi kebutuhan pangan. Sasarannya adalah berkurangnya beban pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) dalam mencukupi kebutuhan pangan beras melalui penyaluran beras bersubsidi.

“Agar berhasil serta tepat sasaran, kegiatan ini memerlukan koordinasi lintas sektor. Itulah sebabnya rakor dan sosialisasi yang dilaksanakan hari ini penting artinya untuk memperkuat koordinasi dan kesepahaman antara kita. Saya juga menyampaikan apresiasi khusus kepada para anggota TKSK yang melaksanakan pendampingan raskin/rastra”, kata Drs. M. Saleh.

TKSK memiliki posisi strategis dalam memberi pelayanan sosial baik langsung maupun tidak langsung, serta berjejaring kerja (networking) dengan kelembagaan sosial lainnya seperti psm, orsos/lks, karang taruna, dan kemitraan dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

“Saya berharap fungsi strategis ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat”, pungkasnya.***