Kamis malam, 4 Oktober 2018, digelar Rapat Paripurna ke-24 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima dengan beberapa agenda yaitu: (1) Penyampaian Laporan Badan Anggaran DPRD Kota Bima Tahun Anggaran 2018 hasil evaluasi Gubernur Nusa Tenggara Barat; (2) Pembacaan Keputusan Pimpinan DPRD Kota Bima tentang Raperda tentang Perubahan APBD Kota Bima Tahun Anggaran 2018 hasil evaluasi Gubernur Nusa Tenggara Barta; (3) Pengambilan Keputusan DPRD tentang Perubahan Komposisi Keanggotaan Badan Anggaran; serta (4) Penutupan Masa Sidang II Tahun Dinas 2018.

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih, SH. Hadir unsur FKPD Kota Bima serta para pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Bima. Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, menyampaikan sambutan.

Penutupan Masa Sidang II Tahun Dinas 2018 DPRD Kota Bima merupakan pertanda berakhirnya masa sidang yang  membahas berbagai agenda penting, yaitu: (1) pembahasan Peraturan Daerah Kota Bima Tentang Laporan Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2017; (2) pembahasan Peraturan Daerah Tentang Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bima, Perda Tentang Transportasi Haji, dan Perubahan Atas Perda Tentang Retribusi Jasa Umum; (3) pembahasan Laporan Semester I dan Prognosis Semester II APBD Tahun Anggaran 2018; (4) pembahasan Kebijakan Umum Anggaran, serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2019 dan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018; serta (5) pembahasan Peraturan Daerah Tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2018.

“Berbagai agenda kegiatan tersebut tentunya tidak dapat diselesaikan tanpa kerja keras dari rekan–rekan pimpinan dan segenap anggota DPRD Kota Bima yang semuanya itu tentunya menyita waktu serta energi. Patut kiranya kita sampaikan penghargaan dan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah dipersembahkan oleh pimpinan dan segenap anggota DPRD Kota Bima. Semoga Allah SWT mencatatnya sebagai amal ibadah”, kata Wakil Walikota mengapresiasi.

Ia pun menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan DPRD dan FKPD Kota Bima, serta seluruh masyarakat dalam memeriahkan acara tasyakuran dan pesta rakyat dalam rangka pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Bima Periode 2018-2023.

“Hari Rabu tanggal 26 September lalu, sebuah amanat besar telah diletakkan di pundak kami berdua. Sebuah amanat yang harus dipertanggungjawabkan dunia akhirat. Ini menjadi penanda awal perjuangan dalam menghadirkan kebaikan dan kemajuan yang diharapkan seluruh masyarakat Kota Bima. Kami telah dilantik menjadi Walikota dan Wakil Walikota Bima, bukan bagi para pemilih kami saja, tapi bagi seluruh masyarakat Kota Bima. Kini saatnya kita bergandengan sebagai sesama saudara dalam satu kesatuan untuk memajukan Kota Bima yang kita cintai ini”, ajaknya.

Juga dikatakannya, dalam sejarah 16 tahun usia Kota Bima, banyak kemajuan diraih dan pemimpin pun datang silih berganti. Masing-masing meninggalkan jejak pembangunan, serta membuat kebaikan dan perubahan demi Kota Bima.

Untuk itu ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para Walikota dan Wakil Walikota sebelumnya, yang turut membentuk dan mewarnai wujud Kota Bima hingga saat ini.

“Pada kesempatan ini, kami juga mengajak semua unsur mulai dari legislatif, yudikatif, TNI/POLRI, BUMN/BUMD, tokoh agama dan tokoh masyarakat, akademisi, pers, ormas dan parpol, para pemuda, organisasi wanita, Non Government Organization (NGO) hingga  berbagai komunitas, untuk merajut kembali semangat persaudaraan yang sedikit terusik karena Pilkada kemarin, juga untuk menghadapi Pileg dan Pilpres tahun 2019 mendatang”, pungkasnya.***